www.ah-plug.net23.net

Pages

Tampilkan postingan dengan label sukses UN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukses UN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Tips Ujian Nasional 2011

Salam sejahtera para siswa/siswi di mana pun Anda berada. Hm tak terasa Ujian Nasional tinggal beberapa hari lagi untuk tingkat SMA/MA, SMK, dan SMP/MTs serta tinggal 2 bulan kurang untuk UN untuk SD/MI dan SDLB. Tentunya perlu persiapan khusus atau Tips Ujian Nasional 2011 yang canggih dengan 4 (empat) alasan :

  1. Pertama, UN 2011 diawasi dengan lebih ketat oleh tim Pengawas yang handal.
  2. Kedua, Adanya formulasi baru kelulusan UN 2011.
  3. Ketiga, Paket soal UN dibuat sekitar 5 paket.
  4. Keempat, Kriteria kelulusan tidak hanya mengandalkan hasil UN saja tapi juga mempertimbangkan Ujian Sekolah.

Tips Sukses Ujian Nasional (UN)

  1. Hadapilah UN dengan tenang dan proporsional
    Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.
  2. Siapkan mental dan fisik
    Kesiapan mental adalah hal penting dalam menyiapkan UN , dengan kesiapan mental yang kuat maka saat melaksanakan UN siswa akan menghadapinya dengan tenang, percaya diri, dan tidak dalam kondisi yang takut atau stress. Kondisi stress, takut, galalu, cemas dan tidak percaya diri hanya akan melemahkan kemampuan siswa. Jika pada saat ujian siswa menghadapinya dengan kondisi tenang, gembira dan penuh percaya diri maka hasilnya pun akan optimal sesuai dengan potensi siswa tersebut. Bagaimana caranya agar peserta didik memiliki mental yang kuat antara lain; pertama, Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh dengan optimis, kedua siswa dimotivasi dengan diberi peluang untuk bersaing dengan siswa lain misalnya mengikuti berbagai macam kegiatan try out, ketiga kurangi kegiatan-kegiatan lain agar peserta didik tidak kecapaian, dan kempat, orang tua dan lingkungan harus menciptakan suasana yang kondusif agar anak terhindar dari suasana tekanan.
  3. Tingkatkan motivasi belajar
    Sukses tidaknya peserta didik dalam menghadapi UN juga sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya motivasi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi UN. Peserta didik akan memiliki energi belajar yang dahsyat manakala memiliki motivasi yang kuat dan hebat. Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi dapat timbul dari dalam individu dan dapat pula timbul akibat pengaruh, dari luar dirinya. Motivasi dari dalam diri siswa dikenal dengan motivasi intrinsic. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri. Misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh nilai UN yang tinggi, ingin masuk SMP favorit pilihannya dsb. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang datang dari luar individu, bisa orang tua, lingkungan keluarga/lingkungan rumah, lingkungan masyarakat, temannya sendiri dsb.
  4. Siapkan keterampilan teknis
    Keterampilan teknis yang dimaksud adalah siswa dibekali tidak hanya menguasai materi dan kesiapan mental juga harus menguasai keterampilan teknis lainya, antara lain: a) Keterampilan mengerjakan lembar jawaban komputer
    Keterampilan ini sangat penting dikuasai siswa, karena UN tahun 2011 diprediksi masih menggunakan lembar jawaban komputer dengan system silang. Siswa kadang mengabaikan hal ini, padahal keterampilan menjawab soal melalui LJK ini juga sangat menentukan hasil UN siswa. Misalnya apabila pengisian biodata salah, penomoran peserta salah termasuk cara memberi silang dan menghapus jawaban yang diganti ikut menentukan hasil UN siswa. Oleh karena itu tips untuk keterampilan ini adalah pertama selalu mengikuti kegiatan-kegiatan try out secara rutin.
    b) Keterampilan menjawab soal-soal
    Keterampilan teknis ini sangatlah penting untuk dikuasai siswa dalam menjawab soal-soal UN. Menguasai keterampilan menjawab soal ini dimaksud agar siswa dapat mengerjakan soal-soal dengan cepat, tepat dan benar dalam waktu yang sangat singkat, sehingga waktu yang tersedia selama 120 menit dapat dimanfaatkan bukan hanya mengerjakan soal tetapi juga sampai pada pemeriksaan dan pengerjaan ulang soal UN.
  5. Bersikaplah proaktif
    Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal yang telah ditentukan, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 , 8,01 atau 9,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.
  6. Buatlah rencana
    Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.
  7. Kuasai Materi Pelajaran
    Menguasai meteri pelajaran adalah hal yang terpenting yang harus dikuasai siswa, hal ini didasarkan pada materi soal yang diujikan, tanpa menguasai materi maka siswa akan mengalami kesulitan, selain jumlah materi yang harus dipelajari cukup banyak juga materi tersebut lingkupnya mulai kelas 4, 5 dan 6 untuk UN SD/MI, kelas 7, 8, dan 9 untuk UN SMP/MTs, Kelas 10,11, dan 12 untuk UN SMA/MA dan SMK. Solusi untuk hal ini adalah pertama, pelajari materi apa yang akan diujikan melalui SKL yang dirincikan dalam indikator soal UN yang dikeluarkan pemerintah. Kedua, pelajari soal-soal UN sebelumnya, lalu bandingkan satu atau dua tahun terakhir dengan indikator yang akan keluar maka kita akan mampu memprediksi soal yang keluar ditahun sekarang. Ketiga, belajarlah dengan menggunakan teori-teori singkat yang mudah dipahami, dimengerti dan diingat dalam waktu cepat.
  8. Perbanyaklah baca dan latihan soal
    Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal Ujian Nasional (UN).
  9. Belajar kelompok
    Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.
  10. Efektifkan belajar di sekolah
    Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.
  11. Mohon doa restu dari orang tua
    Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UN 2011 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UN.
  12. Lakukan sholat malam
    Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Allah SWT. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita bersujud yang lama di setiap rakaat terakhir dari sholat malam, kita panjatkan doa agar diberi kesehatan, kemudahan dalam mengerjakan soal-soal UN nanti, dan kelulusan. Allah Mahatahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.


sumber : ciamis.org

Minggu, 05 Februari 2012

Rahasia Sukses UN 2012

 

Apa sich Rahasia Sukses UN 2012? Good question, sebuah pertanyaan yang berbobot. Ternyata rahasia sukses UN 2012 tidak muluk. Beberapa tips sederhana Insya Allah bakal mengantarkan para siswa/siswi meraih kesuksesan dalam Ujian Nasional 2012.


Inilah Tips-tipsnya semoga bermanfaat :
  1. Interopeksi Diri
    Apa pun metoda ujian nasional (UN) yang telah dan akan dibuat pemerintah melalui Kementerian Pendidikan untuk menyukseskan UN 2012, semua tetap bergantung pada pribadi siswa masing-masing. Efektivitas pencapaian UN sangat bergantung pada sinergitas guru dengan siswa dalam memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya.
  2. Jangan Takut Ujian Nasional
    Sementara pejabat mengatakan bahwa UN membuat siswa tak lulus bukan karena sulit, tapi lebih karena siswa takut. Kami sependapat bahwa salah satu faktor yang bisa membuat siswa tidak lulus UN adalah ketakutan terhadap UN, padahal sebenarnya jika ia tenang segala yang dipelajarinya dipastikan akan bisa optimal dalam menjawab soal-soal sekualitas Ujian Nasional. Jadi, jangan takut UN :)
  3. Persiapan Materi yang optimal (perbanyak latihan soal)
  4. Berlatih yang rutin (ikuti Try Out UN)
  5. Pelajari Soal UN dan Pembahasannya
  6. Fahamilah Kisi-kisi Ujian Nasional
  7. Belajar teratur dan terarah dengan kelompok belajar yang baik, sangat baik apabila didampingi pembimbing yang berpengalaman
sumber : ciamis.org

Sabtu, 04 Februari 2012

Trik Belajar Efektif dalam Ujian

Bukan bermaksud untuk menggurui Anda, tapi saya akan mencoba untuk menuliskan hal-hal yang pernah saya lakukan agar dapat belajar secara efektif dan berhasil dalam menghadapi ujian.
Apakah saya selalu berhasil dalam ujian ? Tentu saja tidak, beberapa kali saya juga pernah gagal dalam menghadapi ujian. Tetapi hal itu tidak membuat saya untuk malas belajar, bahkan hal itu lebih dapat memacu saya untuk lebih tekun dan mempersiapkan strategi yang tepat. Ya, benar ada pepatah yang mengatakan bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan.
Untuk dapat belajar secara efektif, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, diantaranya:

1. Persiapan
2. Memilih strategi yang tepat
3. Menjaga kesehatan dan rajin berolah raga
Persiapan
Keberhasilan dalam menghadapi ujian tidak dapat terlepas dari persiapan yang Anda lakukan. Apakah persiapan jauh-jauh hari menjamin kerberhasilan ? Tentu saja tidak. Jika Anda hanya membaca dan latihan terus menerus tanpa mengerti maksudnya, maka persiapan yang Anda lakukan percuma, walaupun itu Anda lakukan jauh-jauh hari sebelum ujian.
Lalu bagaimanakah persiapan yang efektif ?
Pada prinsipnya persiapan yang efektif adalah persiapan jauh-jauh hari sebelum Anda akan ujian. Tentu saja hal ini dimulai ketika Anda menerima materi yang akan diujikan. Mulai dari penyusunan catatan yang efektif, latihan yang teratur dan kontinu, pemilihan waktu belajar dan  mencoba untuk membuat pertanyaan dan dijawab sendiri.
Manajemen waktu juga bagian dari persiapan. Misalnya Anda akan menempuh ujian 1 bulan lagi, maka mulai Anda mengetahui jadwal  ujian tersebut, maka dari saat itu juga Anda harus mencari informasi pada orang-orang yang berpengalaman, mulai berlatih soal-soal dan membuat rangkuman. Berikut secara lengkap bagaimana membuat manajemen waktu yang baik:
Minggu 1 : mencari infomasi yang berkaitan dengan ujian, prediksi-prediksi, soal-soal tahun sebelumnya (dapat dilakukan lebih awal)
Minggu 2 : mulai mengerjakan soal-saol latihan secara kontinu dan jangan bermalas-malasan
Minggu 3: mengerjakan soal-soal yang lebih berbobot dan mencoba membuat rangkuman rumus-rumus (eksak) dan membuat garis besar apa yang sudah Anda pelajari dengan bahasa Anda sendiri (non eksak).
Minggu 4: porsi untuk belajar sedikit dikurangi untuk meredakan stress dan ketegangan ketika menghadapi ujian, dan bukan berarti Anda harus santai.
Minggu 5: menempuh ujian
Waktu yang sebaiknya digunakan untuk belajar (tergantung selera masing2), namun saya anjurkan untuk belajar sore (4-5.30) atau malam (7-8.30). Dalam belajar Anda tidak harus berlama-lama dan jangan sungkan-sungkan untuk istirahat atau tidur jika Anda benar-benar kelelahan. Dan tak lupa pula untuk belajar pada waktu pagi hari, misalnya jam 4-5.30, karena pada jam-jam inilah sebenarnya Anda dapat belajar secara tenang dan dengan pikiran yang jernih.
Namun, hambatan terbesar ketika belajar pagi adalah malas bangun dan mencoba untuk menunda waktu, ….. nantilah 10 menit lagi, …………. 30 menit lagi dan seterusnya. Untuk mengatasi ini sebenarnya cukup mudah. Buatlah alarm pada jam Anda dan siapkan 1 gelas air putih sebelum Anda tidur dan ketika Anda mendengar alarm Anda berbunyi , maka Anda diharapkan untuk sesegera mungkin untuk minum air putih yang sudah Anda siapkan sebelumnya.
Hal-hal tersebut harap Anda lakukan secara teratur dan kontinu, dan bukan berarti bahwa Anda harus mempersiapkannya setiap hari. Namun semuanya itu tergantung dari niat Anda sendiri.



sumber : soalmatematika.com

Tujuh Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Matematika

Belajar matematika dengan cara membaca dan menghafal tidaklah cukup. Matematika bukan ilmu hafalan. Kunci untuk berhasil dalam mengerjakan soal matematika adalah dengan banyak latihan. Latihan dan terus latihan. Ketika Anda sudah banyak berlatih, secara otomatis rumus-rumus juga akan masuk ke otak Anda. Sehingga Anda tidak perlu menghafal rumus demi rumus. Namun, kadang-kadang kita juga harus tetap bisa menghafal supaya dapat mengerjakan dengan cepat.
Belajar Matematika Belajar Menghafal ?
Tidak usah khawatir karena Anda tidak bisa menghafal. Logikanya begini. Anda pasti hafal diluar kepala bahwa 5 x 5 =25. Padahal itu Anda pelajari beberapa tahun yang lalu. Mengapa Anda masih ingat ? Padahal Anda tidak menghafal terus menerus. Hampir sama ketika Anda mempelajari rumus-rumus trigonometri atau rumus-rumus integral. Ketika  Anda pertama kali mempelajari rumus-rumus pasti kelihatan sulit. Tetapi ketika Anda membiasakan diri untuk berlatih dan terus berlatih semakin lama Anda tidak perlu menghafal karena memori otak Anda sudah menyimpan rumus-rumus tersebut ketika Anda berlatih dan menggunakannya.
Nah, pada posting kali ini saya akan memberikan tujuh kesalahan yang paling sering dilakukan siswa ketika mengerjakan soal matematika terutama ketika menghadapi ujian. Saya pilih siswa karena sebentar lagi siswa-siswi kelas XII akan menghadapi ujian nasional yang secara langsung menentukan masa depan mereka. Terlebih matematika masih dijadikan momok pelajaran yang menakutkan.
Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini diharapkan para siswa semakin tahu bagaimana seharusnya belajar matematika. Sehingga para siswa merasa asyik dan menikmati ketika belajar matematika. Dan tentu saja  kesalahan-kesalahan ini tidak akan dilakukan. Berikut tujuh kesalahan yang dilakukan para siswa ketika belajar matematika atau ketika mau menghadapi ujian matematika.
1. Tidak Belajar Sama Sekali dan Terlalu Percaya Diri
Beberapa siswa sering merasa yakin dengan latihan-latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga pada waktu mendekati ujian mereka tidak belajar sama seklai. Ini merupakan kesalahan fatal yang sering dilakukan siswa.  Meskipun Anda cerdas dan pandai, namun alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena segala sesuatu bisa terjadi pada waktu ujian. Ingat kajinan juga berpengaruh terhadap keberhasilan Anda. SUKSES = RAJIN + CERDAS.
doingmath
Selain itu, jika siswa tidak belajar sama sekali, maka segala cara kemudian ditempuh, misalnya: membuat contekan, mengandalkan teman sebelahnya atau mengisi jawaban apa adanya alias “ngawur”. Nah, kalau sudah begini sangat fatal. Ingat jika Anda ketahuna mencontek atau bekerja sama banyak kerugian yang akan Anda alami. Lebih baik persiapan belajar dan mengerjakan sesuai dengan kemampuan Anda.
2. Belajar Matematika dengan Menghafal dan Tanpa Latihan
Seperti sudah saya jelaskan di atas, bahwa belajar matematika bukan belajar menghafal. Salah jika Anda belajar matematika tanpa latihan, karena sebenarnya banyak hal yang akan Anda temukan ketika latihan. Porsi untuk membaca dan latihan menurut saya adalah 20 % untuk membaca konsep dan 80 % untuk latihan. Jangan terlalu banyak membaca konsep karen tidak akan membuat mahir atau terampil mengerjakan soal-soal matematika. Ingat soal-soal matematika bukanlah konsep semata, tetapi lebih banyak soal yang berkaitan ketrampilan Anda menggunakan rumus, logika dan menyimpulkan sesuatu.
3. Tidak Teliti
Sayang benar jika Anda bisa mengerjakan sebuah soal matematika dengan lengkap, tetapi Anda merasa kecewa karena setelah Anda keluar dari ruang ujian Anda baru menyadari bahwa jawaban Anda salah pada baris terakhir saja. Anda sudah mengerjakan dengan susah payah, tetapi karena ketidaktelitian membuat jawaban Anda salah. Misalnya: 1+(-10) menjadi 9, padahal hanya kurang tanda (-) saja, betapa itu sangat mengecewakan jika itu terjadi pada Anda.
Meskipun Anda pintar dan melakukan banyak persiapan, namun jika Anda tidak teliti juga akan percuma. Terlebih jika semua soal adalah soal pilihan ganda, yang ditentukan dengan jawaban benar atau salah saja. Fatal akibatnya jika Anda tidak teliti. Apakah Anda pernah mengalami seperti hal ini ?
4. Terburu-buru
Banyak siswa yang sering melakukan kesalahan ini. Biasanya kesalahan ini dilakukan karena siswa ingin segera menyelesaiakan soal matematika dengan cepat dan ingin mendapat nilai maksimal. Namun karena terburu-buru banyak kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukan. Misalnya ketika mengerjakan soal urain, ada yang salah, kemudian dihapus/di tipex, sambil menunggu kemudian mengerjakan soal yang lain. Karena terburu-buru, maka jawaban yang ingin diperbaiki menjadi kosong dan tidak jadi diperbaiki. Fatal bukan ?
5. Tidak Memperhatikan Petunjuk Soal dan Lupa Menulis Identitas Diri
Ketika Anda mau mengerjakan soal-soal matematika, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu petunjuk soalnya. Siapa tahu ada aturan atau petunjuk-petunjuk yang baru atau tidak seperti petunjuk sebelumnya. Misalnya skor setipa nomor, skornya 1 atau 4, jika salah -1 dan lain-lainnya.
6. Mengerjakan Tidak dengan Prioritas dan Tanpa Strategi
Kecenderungan siswa dalam mengerjakan soal matematika biasanya cenderung mengerjakan dari nomor 1 dan tidak memperhatikan soal-soal yang lain. Akibatnya jika nomor 1 kebetulan soal yang sulit, maka pada bagian awal Anda sudah membuat kesalahan. Selain itu Anda akan cenderung emosi semisal Anda tidak memperoleh jawabannya. Ada tipe  pembuat soal yang seperti ini, yang digunakan untuk menguji psikologis siswa. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menghadapi tipe-tipe soal yang sulit dan ditaruh di bagian awal soal.
Sebaiknya, Anda lihat terlebih dahulu semua soal, jumlah halaman, lengkap atau tidak, prioritaskan soal-soal yang mudah menurut Anda, baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit. Setelah itu Anda hitung kemungkinan Anda bia mengerjakan berapa soal. Sudah tuntas belum ?
7. Mengerjakan dengan Coba-coba dan Menghafalkan Rumus Praktis
Memang tidak salah jika Anda mengerjakan soal dengan coba-coba. Beberapa soal memang lebih cepat jika dikerjakan dengan coba-coba terutama untuk soal pilihan ganda. Misalnya soal, program linear, soal sistem persamaan linear dan lain-lain. Tetapi saran saya, sebaiknya Anda juga harus hati-hati dengan tipe-tipe soal seperti ini. Kadang-kadang juga ada soal yang bisa dikerjakan dengan coba-coba tetapi akhirnya menjebak Anda. Selain itu, ada soal dengan tipe ini yang dikerjakan lebih lama daripada dengan langkah-langkah biasa.
Saya tidak melarang Anda menggunakan rumus praktis atau cara cepat. Memang ada tipe soal yang dapat dikerjakan dengan rumus praktis. Tetapi perhatikan bahwa rumus prakits tidak berlaku untuk semua soal, hanya untuk soal dengan tipe tertentu saja.
Kiranya sudah terlalu banyak saya menuliskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mengerjakan soal terutama soal matematika dan beberapa saran untuk Anda. Saran saya dalam mengerjakan soal matematika sebaiknya Anda harus:
1. Percaya Diri
2. Mengerjakan dengan Strategi
3. Persiapan Diri dengan Banyak Berlatih
Mungkin Anda memiliki kesalahan lain dan saran-saran lain silahkan Anda tuliskan pada kotak komentar di bawah ini. Tujuh di atas bukan angka keramat, hanya untuk mempermudah mengingat saja dan jika ada tambahan bisa menjadi delapan atau sembilan dan seterusnya.
Selamat Belajar Bagi Siswa-siswa Kelas XII



sumber : soalmatematika.com

Tips & Cara Menghadapi Grogi Saat Ujian Nasional (UN)

 
Ujian sebentar lagi. Terkadang merasa grogi menghadapinya. Ketakutan membayangi, bagaimana seandainya gagal, sulit mengerjakan soal yang diberikan sehingga tidak lulus? Apa kata dunia? Ditaruh di mana mukaku ini? Bagaimana keluargaku, guruku Temanku? Perasaan yang lain menghantui.
Kasus terjadi, siswa yang kesehariannya pintar, rajin, aktivis sekolah sisi luar tak ada cacatnya gagal saat ujian kelulusan. Dia pingsan saat membuka lembaran kertas pengumuman. Kata tercetak di sana. TIDAK LULUS.
Setelah pengumuman saya mencoba sharring dengannya. Mengapa itu terjadi. Apa jawabnya, ternyata saat menempuh ujian ia merasa grogi. Ia nervous sebelum menghadapinya. Ia membayangkan berbagai kemungkinan terburuk yang terjadi. Itulah yang di kepalanya. Tidak lulus bagaimana?
Hari H ujian, perasaan groginya menjadi. Tubuhnya dingin sedsingin es yang membeku. Tangannya gemetaran susah membuat bulatan hitam LJK Lembar Jawab Komputer. Akhirnya… Ia gagal.
Pada hal saya tahu dia bukanlah siswa bodoh.
Mengerjakan soal Ujian akhir dalam proses belajar setiap harinya lancer. Saya yakin ia mengerjakan soal itu tidak ada perasaan grogi. Ketakutannya yang menjadi bayangannya melebihi kepandaian yang selama ini ia miliki. Ia tidak melawan perasaan grogi, kekhawatirannya begitulah hasilnya. Kekecewaan hingga kegagalan yang menimpanya.
Tidak inginkan kejadian siswa tsb menimpamu? Tidak lulus bukan kebodohanmu, disebabkan perasaan grogi. Sungguh disayangkan. Karena itu persiapkan dirimu melawan UN Ujian Nasional. Bukankah UN sekali seumur hidup, sooo lakukan yang terbaik melawannya. Berikut dijabarkan ide menaklukkan perasaan grogi saat menempuh UN.
1. Buatlah Rencana Belajar
Yang termasuk di dalamnya:
☼ Kriteria pelajaran sulit hingga mudah
☼ Buatlah konsep belajar poin yang dipelajari
☼Kumpulkan bahan ujian yang ada
☼ Buatlah jadwal belajar
☼ Sesuaikan waktu belajar dengan criteria pelajaran
☼ Belajarlah dengan perhitungan waktu yang efektif
☼ Kumpulkan berbagai macam soal
☼ Disiplinlah terhadap dirimu


2. Tingkatkan Motivasi
Diperjelas yang menjadi motivasi kamu sekolah! Misalnya lulus nilai 9, masuk PT. Kamu berusaha menggapainya
3. Persiapkan diri dengan Belajar
Ujian pasti datangnya kamu mempersiapkan diri dengan belajar
4. Perbanyaklah Baca Latihan Soal
Menghadapi ujian berarti mengerjakan soal.
Karena itu wajib hukumnya berlatih mengerjakan soal ujian. Untuk mengerjakan soal kamu banyak membaca


5. Rajin Bertanya
Jangan malu bertanya pada guru, kakak, bapak, ibu atau teman yang lebih pintar dari kamu untuk mengajari materi yang belum kamu fahami. Materi tsb ke luar kamu tidak kelabakan karena mengerti
6. Efektifkan Belajar di Sekolah
Waktu belajar di sekolah yang hanya 6 – 7 jam dimanfaatkan. Paling tidak ada orang yang menjelaskan materi yang kamu anggap sulit. Berbeda di rumah, belum tentu orang rumah seperti ayah, ibu atau kakak kamu bias mengajari materi yang kamu bingungkan
7. Belajar Kelompok
Belajar kelompok membantu menghilangkan grogi saat ujian. Mengingat belajar kelompok kamu dapat bertanya tanpa rasa malu kepada temanmu 1 kelompok. Di kelas mungkin merasa malu dengan teman yang lain


8. Les Privat

Belajar dengan cara les privat menambah rasa percaya diri kamu saat menghadapi ujian “klo punya duit lebih”
9. Bersikap Proaktif
Proaktif sikap yang beranggapan kita yang menentukan keberhasilan kegagalan hidup ini.
So, “ Believe Your Self “. Jangan berfikir fihak yang membantu saat ujian berlangsung. Ada tidak bantuan, ujian tetap berlangsung menyesal tempatnya di belakang


10. Rileks jangan Tegang
Hadapilah ujian dengan sikap yang tenang proporsional, rileks jangan tegang.
Tanamkan dalam dirimu ujian merupakan yang harus dihadapi dilalui. Sikap tenang memungkinkan kamu menyusun rencana, menentukan strategi menjalaninya.
Sebelum mengerjakan soal ujian, kamu menenangkan diri kamu. Atur nafas kamu! Mengatur nafas bertujuan menghilangkan ketegangan yang kamu rasakan
11. Hadapi dengan Keyakinan
Kalo kamu sudah belajar, jangan takut menghadapi soal ujian yang diberikan. Kamu harus percaya kamu bias mengerjakannya. Mengutip kata yang diucapkan Presiden AS Barack Obama, “ You can do it “
12. Kosentrasi
Menghadapi ujian, konsentrasi diperlukan jika tidak mengalami kegagalan. Cara meningkatkan konstrasi:
Ø Membuat target belajar
Ø Jangan biarkan gangguan dating saat belajar
Ø Membuat meja belajar senyaman mungkin
Ø Mengambil waktu istirahat
Ø Berjalan di alam bebas taman lingkungan alami, pegunungan
Ø Belajar bersama orang yang mempunyai daya ingat konsentrasi tinggi
13. Mohon doa restu Orang tua dan Guru
Mencapai kesuksesan yang maksimal tidaklah berhasil tanpa dorongan doa orang terdekat kamu, orang tua, guru dan keluarga dekatmu. Mereka ibarat tanah tempat kamu berpijak meraih kebahagiaan. Karena itu jangan lupa memohon doa mereka
14. Berdoa
Kamu berusaha belajar tindakan selanjutnya dilengkapi doa. Allah Yang Maha Mempunyai, termasuk kesuksesan menjalankan ujian. Karena itu berdoalah kepadaNya niscaya dikabulkan
15. Tawakal
Hal terakhir yang kamu usahakan menutup ujianmu adalah berserah diri kepada Allah SWT, yang menakdirkan keputusan. Apa pun usaha yang kamu lakukan, sesering apa pun doa yang kamu panjatkan, hasil akhir pada kehendakNya.
Nah itulah sedikit untuk menghadapi UN yang menjadi momok menakutkan untuk para pelajar……

sumber : ragam informasi.com